
Dua hari lalu secara resmi saya mendeklarasikan bahwa kartu ATM saya telah raib, lenyap entah ke mana
. Kalau saya ingat-ingat sepertinya terjatuh atau saya lupa menariknya dari mesin ATM di Slipi Jaya waktu mentransfer uang untuk tiket ke Jogja (lihat postingan sebelumnya). Rupa-rupanya kepikunan saya sudah sampai tahap menakutkan, semoga bukan gejala alzheimer. Kemarin saya mencoba membuat kartu ATM baru, menurut saran suami, sebaiknya saya lapor kehilangan ke kantor polisi terlebih dahulu.
Jam 08.00 pagi, saya mendatangi polsek terdekat. “Permisiiii ….” (dalam hati : kok nggak ada orang ya ?) “Assalamualaikum !” (masih nggak ada sahutan ! oh my…apa sudah pindah ya ?) “SPADAAAAA !!!” Wow..masih tidak ada jawaban ! Baiklah pikir saya, saya pun nekad masuk melongok ke ruangan-ruangan di dalam kantor tersebut.
Di salah satu ruangan ada seonggok polisi yang sedang tidur, tapi saya agak ragu-ragu juga, masa iya tidur sepulas itu ? Nggak bergerak pula. Jangan-jangan…. Saya pun terus menjelajah kantor kecil tersebut, untungnya saya tidak klepto ya ? Kalau saya klepto, para aparat ini bisa kemalingan hihi…. membayangkan headline di detik : “TV di kantor polisi dicuri orang ! BIADAB !” .
Akhirnya saya ke warung, benar juga… ada Pak Polisi lagi ngopi-ngopi di situ. Langsung saya sampaikan maksud saya untuk membuat surat laporan kehilangan. Dengan berat hati namun apa daya, sudah tugasnya… Pak Polisi ini kembali ke kantor . Catatan : Pak Polisi ini tidak mirip Briptu (mantan) Norman.

“Ibu mau lapor kehilangan ya ? Sebentar saya cari formulirnya ”
(10 menit kemudian)
“Nah ini Bu, formulirnya “, sambil memasukkannya ke dalam mesin tik jaman baheula. Saya memberikan KTP saya dan kertas berisi lokasi kehilangan.

cethuk… cethuk…cethuk… Pak Polisi mengetik dengan SATU(1) jari ! Kalah deh semua yang bisa ngetik dengan 11 jari. Saya pun mengisi waktu dengan main Fruit Ninja.
“Waduh… saya salah ketik ! Habis di KTP ibu tulisan tanggal lahirnya mirip angka 6 , padahal 8 ya ? Wah…tip-ex saya masih jalan nggak ya ?”
Hm… memang sih 6 dan 8 mirip banget. Setelah beberapa kali main Fruit Ninja dan mendapatkan status Combo God berulang kali . Pak Polisi belum selesai mengetik.
Dia sekarang ada di lembar kedua , formulirnya sebenarnya cuma selembar sih, berhubung salah ketik melulu lembar pertama dibuang.
![]()
“Bu, hilangnya kenapa ya ? Apa sekaligus dengan dompet hilangnya ?”
- “Oh enggak Pak, sepertinya jatuh waktu saya tarik uang tunai di Slipi Jaya”
“Oh ya enggak apa-apa . Saya ketik saja sesuai yang Ibu bilang, kan kalau Ibu bohong, dosanya Ibu yang tanggung sendiri”
Yeaaa..wtf .. ngapain juga bohong soal ATM hilang ?? Saya diam saja dah, mending main Fruit Ninja.
” Waduhh… ini kenapa ya ??? Kok tiap saya ngetik ‘S’ yang muncul ‘A’ ??”
Hmmm ?? Nggak tahu deh Pak +_+ waktunya diservis kali ?
“Nah ini Bu suratnya. Maaf lama , habis orang lain sudah dikasih komputer, saya masih pake mesin tik”
- “Terimakasih Pak” (sambil ngasih ‘uang admin’).
Begitu tiba di Bank tercinta(BCA). Terkejutlah saya karena Mbak CS yang baik bilang, ” Bu , sebetulnya tidak perlu laporan ke Polisi dulu, langsung saja ke BCA” . Aaaaa !! Tapi lumayanlah, saya sudah mencegah mesin tik Pak Polisi dari bahaya karatan
!
























